Jumat, 16 Maret 2012

kopling

 
KOPLING
Kopling adalah suatu mekanisme yang dirancang mampu menghubungkandan melepas/memutuskan perpindahan tenaga dari suatu benda yang berputar kebenda lainnya.Pada bidang otomotif ,kopling digunakan untuk memindahkan tenaga motor keunit transmisi.dengan menggunakan kopling, pemindahan gigi-gigi trasmisi dapatdilakukan, kopling juga memungkinkan motor juga dapat berputar walaupuntransmisi tidak dalam posisi netral.
Gb. 1 komponen utama kopling
1. KOPLING TETAP
Kopling tetap adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerusputaran dan daya dari poros penggerak ke poros yang digerakan secara pasti(tanpa terjadi selip ), dimana sumbu kedua poros tersebut terletak satu garislurus atau dapat sedikit perbedaan sumbunya. berbeda dengan kopling tak tetapyang dapat dilepaskan dan dihubungkan bila diperlukan, maka kopling tetapselalu dalam keadaan terhubung.
MACAM-MACAM KOPLING TETAP
Kopling tetap mencakup kopling kaku yang tidak mengijinkan ketidak lurusankedua sumbu poros, kopling luwes (fleksibel ) yang sedikit ketidak lurusan sumbuporos, dan kopling universal yang dipergunakan bila kedua poros akanmembentuk sudut yang cukup besar.
 
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin, ST.
M.Sc
ELEMEN MESIN II
1
 
1.1 . KOPLING KAKU
Kopling kaku dipergunakan bila kedua poros harus dihubungkan dengansumbu segaris. kopling ini dipakai pada poros mesin transmisi umum dipabrikpabrik. kopling flens kaku terdiri atas naf dengan flens yang terbuat daribesi cor ataubaja cor, dan dipasang pada ujung poros dengan diberi pasakserta diikat dengan baut pada flensnya. dalam beberapa hal naf dipasang padaporos dengan sambungan pres atau kerut.kopling kaku tidak mengijinkan sedikitpun ketidaklurusan sumbu kedua porosserta tidak dapat mengurangi tumbukan dan getaran transmisi. pada waktupemasangan, sumbu kedua poros harus terlebih dahulu diusahakan segarisdengan tepat sebelum baut-baut flens dikeraskan.Untuk dapat menyetel lurus kedua sumbu poros secara mudah, permukaanflens yang satu dapat dibubut ke dalam dan permukaan flens yang menjadipasangannya di bubut menonjol sehingga dapat saling mengepas. bagian yangharus diperiksa adalah baut.Jika antara ikatan kedua flens dilakukan dengan baut-baut pas, dimana lubang-lubangnya dirim, maka meskipun di usahakan ketelitian yang tinggi, distribusitegangan geserpada semua baut tetaptidak dapat dijamin seragam. makinbanyak jumlah baut yang dipakai, makin sulit untuk menjamin keseragamantersebut. sebagai contoh dalam hal koplingyang mempunyai ketelitian rendah,dapat terjadi bahwa hanya satu baut saja yang menerima seluruh bebantransmisi hingga dalam waktu singkat akan putus.Jika setelah baut itu putus terjadi lagi pembebananpada satu baut, makaseluruh baut akan mengalami hal yang sama dan putus secara bergantian.
 
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin, ST.
M.Sc
ELEMEN MESIN II
2
 
 
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ismail Muchsin, ST.
M.Sc
ELEMEN MESIN II
3

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar